Selasa, 19 Februari 2013
Minggu, 17 Februari 2013
Satu Untuk Semua: tolong di baca
Satu Untuk Semua: tolong di baca: Jika maTa aDaLah cAhAyA… mAkA haTi aDaLah PeRmaTa... SaaT bAhAgiA MeRoNa... mAkA TaWa aDaLaH waRna… JiKa sEnYUm aDaLaH ibAdAh… mUnGki...
tolong di baca
Jika maTa
aDaLah cAhAyA…
mAkA haTi aDaLah PeRmaTa...
SaaT bAhAgiA MeRoNa...
mAkA TaWa aDaLaH waRna…
JiKa sEnYUm aDaLaH ibAdAh…
mUnGkin “CINTA” aDaLaH AnUgRaH…
Aku Suka Kamu...
mAkA haTi aDaLah PeRmaTa...
SaaT bAhAgiA MeRoNa...
mAkA TaWa aDaLaH waRna…
JiKa sEnYUm aDaLaH ibAdAh…
mUnGkin “CINTA” aDaLaH AnUgRaH…
Aku Suka Kamu...
adarajinga
Adarajinga
Kutatap matamu...
Mata yang berbengis menolak ku
Membantingkan tolehan kepalamu
Seolah olah engkau di tatap oleh iblis yang
mengikutimu
Kau
tak melihat mataku...
Mata
yang memancarkan balaskasihan
Memendam
keinginan...
Keinginan
melihat cinta di matamu
Langkahmu begitu cepat
Pergi dengan amarahmu yang membara
Meninggalkan diriku yang terpaku di belakangmu
Menolak semua ucapan dan nyanyianku.
Kamis, 24 Januari 2013
Puisi Kertas Dan Pena
Kertas dan Pena
Ku lihat kau dari tempat terindah
Terindah dari semua asmara
Menari-nari ria...
Di dalam jiwa yang gelap gulita
Kutatap mata mu...
Penuh aura yang membahana
Menyelam dalam mimpi dan cinta
Tenggelam dalam alunan sukma jiwa
Ku dekap erat tangan mu
Ku letak kan di dada ku
Kau rasa kan alunan detak jantungku
Aku butuh belayanmu
Karena,aku hanya kau
Aku bukan lah dia
Aku lemah,dan
Aku butuh cinta dari mu eka...
By: eko prasetyawan
puisi untuk eka dari eko
Kenangan
Biru
Di kota ini...
Telah tersemai benih asa
Sebuah kenangan tak mampu ku buang
Lalu ku bawa hati yang masih luka ini
Imelga menjelma...meronta...memburu kalbu
Memangut bunga-bunga rindu nan syahdu
Di ingatan ku...hanya ilusi menerangi sukma
Mencumbui perasaan yang terbelenggu
Alunan irama gontai gemuruh
Menyibakkan segala takbir kelabu
Wajahmu...
Tak kan terlupakan oleh ku
Yang selama ini terukir dalam benak ku
Kini dirimu terlalu jauh untuk lamunan ku
Walaupun hanya untuk di kenang
Untuk dirimu yang tak mungkin ingat
lagi pada diriku yang membuat mu risau pada waktu yang lalau,dan puisi ini ku
persembahakan untuk eka suheriana yang jauh di seberang sana.
Puisi pengharapan
Bunga
mawar yang layu
Ku
tunggu...
Di
antara rintikan hujan yang datang
Tik..tik...tik...
Menghujam
kencang ke atap hati yang bolong
Tercekik oleh aura yang kejam
Menggulung dan membanting
Tubuh yang kurus ceking...
Menggengam setangkai mawar...
Memudarkan
pandangan mata
Mata
hati dan kepala
Seolah
olah tersayat pedang kesatria
Yang
memeluk erat cintanya.
EKO PRASETYAWAN
Langganan:
Postingan (Atom)


