Senin, 22 Juli 2013

Permintaan Maaf Eko


Ku ucapkan selamat  malam...
Malam yang aku inginkan...
Kukirimkan sepucuk surat...
Selamat malam dinda..
Masihka kau mengenalku..
Ini aku memberikabar untuk mu...
Aku tak melupakan mu...
Bila kau benci...
Cacimaki aku...
Aku menyerah kepadamu...
Jika aku salah besar padamu...
Penggal cepat... kepalaku...
Semua ini ku lakukan untuk mu...
Karena cinta ,karena rindu...
Dan,karena salah ku,  maafkan aku..



Adarajinga


Kutatap matamu...
Mata yang berbengis menolak ku
Membantingkan tolehan kepalamu
Seolah olah engkau di tatap oleh iblis yang mengikutimu
          Kau tak melihat mataku...
          Mata yang memancarkan balaskasihan
          Memendam keinginan...
          Keinginan melihat cinta di matamu
Langkahmu begitu cepat
Pergi dengan amarahmu yang membara
Meninggalkan diriku yang terpaku di belakangmu
Menolak semua ucapan dan nyanyianku.

Minggu, 21 Juli 2013


MAKALAH PENGANTAR BISNIS
ECONOMART

Nama Kelompok:
Eko Prasetyawan (021112151)
Andy (021112149)
Muhamad Rahmat Saputra (021112145)


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAKUAN
2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini kamu buat guna memenuhi tugas perkuliahan semester 2 yaitu pengantar bisnis mengenai penelitian atau menganalisis suatu usaha yang berada di sekitar kami. Pada penelitian kali ini kami mencoba meneliti suatu usaha kewirausahaan milik Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Fakultas Ekonomi, Universitas Pakuan Bogor yaitu “ECONOMART” yang merupakan satu-satunya bentuk kewirausahaan yang dimiliki Himpunan Mahasiswa di Universitas Pakuan Bogor.
Dalam penyusunan makalah ini tak sedikit hambatan yang kami hadapi, namun kami menyadari kelancaran dalam penyusunan dan pembuatan makalah ini tidak lain berkat bimbingan dosen dan kerja sama kami sebgai penulis, sehingga kendala yang kami hadapi dapat teratasi.
Kami pun menyadari bahwa tugas ini tentu masih ada kekurangan, baik pada teknis maupun materi, maka dari itu kami membutuhkan keritik dan saran demi kesempurnaan makalah yang kami buat.
Kami berharap makalah ini dapat bermamfaan khususnya untuk penulis dan pembaca agar dapat menjadi suatu tuntunan dalam membuka atau menjalankan suatu usaha.

Bogor, Mei 2013


Penulis



BAB I
PENDAHULUAN


1.1           Latar Belakang
Sesuai dengan perkembangan zaman, sering kita jumpai berbagai bisnis dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah kewirausahaan atau biasa di kenal dengan entrepreneur. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi jika kita tidak bisa mengatur itu semua, maka bangsa kita akan jatuh kedalam keterpurukan perekonomian.
Dilihat dari pertumbuhan perekonomian Indonesia saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia menduduki angka yang sangat signifikan. Namun, pemerintah belum mampu mengatasi masalah tersebut.
Mengenai permasalahan diatas, maka dari itu kami membahas mengenai hasil penelitian atau menganalisis dari suatu bentuk kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Fakultas Ekonomi, Universitas Pakuan Bogor yaitu “ECONOMART” yang akan menjadi topik pembahasan kami.
Kami berusaha untuk menyusun makalah ini semenarik mungkin dan memiliki isi yang berbobot, sehingga pembaca dapat memahami dan menambah wawasan dari makalah yang kami buat untuk belajar mendasari tentang ilmu-ilmu yang bisa di mamfaatkan dalam berbisnis atau berwirausaha.

1.2           Tujuan
Adapun tujuan kami membuat makalah ini agar pembaca dapat menambah wawasan pengetahuan dan memahami tentang konsep dan ilmu-ilmu dasar yang bisa di mamfaatkan sebagai modal ilmu untuk berbisnis dan berwirausahaa. Kami pun mengajak generasi muda bangsa untuk berbisnis atau berwirausaha agar terciptanya lapangan pekerjaan demi membantu terlibat langsung dalam mengurangi angka pengangguran di Negara Indonesia yang kita cintai ini.
BAB II
KAJIAN TEORI


2.1    Pengertian Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Secara historis bisnis berasal dari bahasa business yang berasal dari kata dasar busy yang bearti “sibuk”. Dalam artian sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapitalis, kebanyakan bisnis dimiliki dan dikuasai oleh pihak swasta. Bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya.
Secara etimologi, bisnis adalah keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan suatu pekerjaan yang meghasilkan keuntungan. Secara luas bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang menciptakan nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan keuntungan yang maksimal melalui transaksi.
Ada beberapa definisi bisnis dari beberapa tokoh diantaranya:
a.     Menurut Brown dan Petrello
Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat sambil memperoleh laba. (1976)
b.     Menurut Steinford
Bisnis adalah sebagai aktivitas yang menyediakan barang atau jasa yang di perlukan atau diinginkan oleh konsumen. (1979)
c.      Menurut Griffin dan Ebert
Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang dan jasa yang bertujuan menghasilkan profit atau laba. (1996)
d.     Menurut Hughes dan Kapoor
Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan sekaligus menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industry.

e.      Menurut Allan Afuah
Bisnis adalah sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasi berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen. (2004)
f.       Menurut Glos, Steade, dan Lowry
Bisnis merupakn jumlah seluruh kegiatan yang terorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.
g.     Menurut Musselman dan Jackson
Bisnis merupakan suatu aktivitas yang memenuhi kebutahan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan di organisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.

2.2    Tujuan Bisnis
Dalam berbisnis atau berwirausaha adalah berusaha mengelolah barang untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen yaitu barang dan jasa. Sedangkan tujuan dari perusahaan adalah mendapatkan laba maksimal, yaitu suatu imbalan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi para konsumen.

2.3    Fungsi Bisnis
Bisnis mempunyai beberapa fungsi menurut para tokoh yaitu fungsi dalam bentuk mikro dan makro.
Ø Menurut Steinhoff (1979.17)
Fungsi yang dilakukan oleh aktifitas bisnis dapat dikelompokkan dalam tiga fungsi dasar, yaitu:
·        Acquiring Raw Materials (memperoleh bahan baku)
·        Manufacturing Raw Materials Inti Products
·        Distributing Products to Consumers

Ø Fungsi Mikro Bisnis
Merupakan konstribusi kepada pihak yang berperan langsung, yaitu:
·        Pekerja atau Karyawan
Pekerja menginginkan gaji yang layak dari hasil kinerjanya, sedangkan manajer menginginkan kinerja yang tinggi dari karyawannya yang ditunjukkan dengan omset penjualan dan profit (laba).
·        Dewan Komisaris
Mengawasi dan memantau kegiatan manajemen dan memastikan kegiatan berjalan dengan baik, sehingga tercapainya tujuan dari perusahaan.
·        Pemegang Saham
Investor memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap suatu perusahaan.

Ø Fungsi makro Bisnis
Merupakan konstribusi kepada pihak yang tidak terlibat secara langsung, yaitu:
·        Masyarakat sekitar perusahaan
Memberikan konstribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. Berupa bantuan sosial atau biasiswa kepada masyarakat sekitar perusahaan yang masih mengenyam bangku pendidikan.
·        Bangsa dan Negara
Tanggung jawab kepada bangsa dan Negara diwujudkan dengan kita membayar kewajiban pajak.







BAB III
ISI


3.1    Pembahasan
Economart merupakan satu-satunya bentuk kewirausahaan yang dimiliki oleh Himpunan Mahasiswa di Universitas Pakuan Bogor. Terletak di Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi, Universitas Pakuan Bogor. Berdiri sejak tahun 2009 yang didirikan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Fakultas Ekonomi, Universitas pakuan Bogor sekaligus pengelolah.
Seiring berjalannya waktu, Economart pun kini semangkin berkembang dan dikelolah oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Fakultas Ekonomi, Universitas Pakuan Bogor angkatan kepengurusan tahun 2013 yang di ketuai oleh Jamas sebagai CEO pemimpin Economart saat ini.
Economart sendiri memiliki tempat yang sangat strategis, berada di Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi, Universitas Pakuan Bogor. Dimana Lembaga Kemahasiswaan ini sendiri berada di sebelah gedung Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Pakuan Bogor yang memiliki taman dan pepohonan rindang yang biasanya digunakan mahasiswa untuk bersantai atau beristirahat di siang hari.

3.2    Tujuan Didirikannya Economart
Economart didirikan dengan tujuan sebagai wadah pembelajaran mahasiswa yang ingin berbisnis atau berwirausaha. Di Economart sendiri tersedia berbagai macam jajanan dan minuman. Sejauh ini sudah ada beberapa Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor yang menitipkan dagangannya di Economart seperti keripik, senek, cilok, goreng-gorengan, donat dan nasi uduk/nasi goreng yang merupakan hasil buah tangan Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor itu sendiri.

3.3    Sistem Kerja di Economart
Economart buka pada pukul 07.00 sampai dengan pukul 15.00 yang merupakan jam oprasionalnya. Dimana dalam sistem kerja yang menjaga economart memiliki pergantian waktu (shift) sebanyak tiga kali yaitu pagi, siang, dan sore yang disesuaikan dengan jadwal kuliah anak-anak Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Fakultas Ekonomi, Universitas Pakuan Bogor selaku pengelolah.

3.4    Omset Economart
Pada angkatan kepengurusan Economart tahun 2013. Omset penjualan di Economart sendiri rata-rata Rp. 350.000/hari dan jika dihitung dalam sebulan omset penjualan Economart mencapai Rp.10.500.000. Dari omset penjualan selama sebulan, Economart mendapat labah bersih sekitar Rp. 800.000 yang disimpan untuk pengembangan economart jangka panjang.

3.5    Kerjasama yang Dijalin Economart
Pada angkatan kepengurusan Economart tahun 2013 telah melakukan kerjasama kepada coca-cola sebagai distributor dan Alfa sebagai agen pengecer untuk memasok barang ke Economart. Hasil dari kerja sama itu, kini Economart telah memiliki aset seperti kulkas, dispenser dan galon.

3.6    Kendala yang Dihadapi Economart
          Kendala yang dihadapi oleh Economart sejauh ini terletak pada penjaga Economart yang rata-rata adalah mahasiswa yang memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Bogor. Walaupun sistem kerja dari yang menjaga Economart telah disesuaikan dengan jadwal kuliah, akan tetapi selain jadwal untuk kuliah , Mahasiswa juga mendapat tugas kuliah yang harus di kerjakan dirumah.


BAB IV
PENUTUP

Allhamdulillah kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan tepat waktu. Semoga makalah ini dapat diterima pembaca dan menambah motivasi pembaca untuk meningkatkan jiwa entrepreneur dan sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.

4.1    simpulan
Economart merupakan salah satu bentuk kewirausahaan atau dalam bahasa Prancis di sebut entrepreneurship dan jika di terjemahkan secara harfiah mempunyai pengertian sebagai perantara, diartikan sebagai sikap dan prilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa, karsa dan karya, atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal.

4.2    Saran dari Kami
Jangan mudah puas dengan apa yang telah tercapai, jangan mudah menyerah untuk terus berusaha. Economart harus mampu berkembang karena Economart merupakan hasil pengaplikasian teori pembelajaran dan gerak nyata dari orang-orang yang terlibat dalam penggerak sebuah perubahan.







DSCF9275.JPG
DSCF9280.JPG



MAKALAH WACANA BAHASA INDONESIA DAN LAPORAN HASIL DISKUSI


MAKALAH WACANA BAHASA INDONESIA DAN LAPORAN HASIL DISKUSI
Kelas II D Manajemen
Kelompok III:
                                   Dwi Indah Lestari                           (0211 12 143)
                                   Fanny Eldiana                                 (0211 12 129)
                                   Neneh Adinurtrian                          (0211 12 135)
                                   Rifki Rahmayadi                             ( 0211 12 163)
                                   Eko Prasetyawan                            ( 0211 12 151)
                                   Juventino Agnes Soares                  (0211 12 157)
Dosen:
Dadan Suwarna, SS. (204)

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAKUAN

Jumat, 19 Juli 2013


A. Pendahuluan


Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU), diberikan kepada mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta, bertujuan untuk mengembangkan daya tangkap, persepsi, penalaran, dan apresiasi mahasiswa terhadap lingkungan budaya. Ada dua hal yang menyebabkan pentingnya pembahasan materi itu, yaitu.
Pertama, tema-tema IBD merupakan tema-tema inti permasalahan dasar manusia yang dialami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema-tema yang telah disusun oleh Konsorsium Antar Bidang yang meliputi cinta kasih, keindahan, penderitaan, keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan, dan harapan.
Kedua, pada saat ini, terdapat kecenderungan bahwa ilmu atau ilmuwan sering mengabaikan sikap dan perilaku moral. Banyak di antara ilmuwan yang menganggap bahwa aspek moral itu tidak penting. Menurutnya, aspek yang lebih penting daripada moral dalam suatu ilmu adalah ontologis dan epistemologis. Apabila hal itu yang terjadi, maka ia akan mengabaikan unsur manusiawinya, kurang berbudaya, dan tidak peka terhadap perma­salahan moral. Untuk mengantisipasi hal itu, setiap sarjana dirasa perlu memahami aspek budaya.
Penyusunan buku ini disiapkan dalam beberapa aspek pokok.Mengingat tema IBD sangat luas, maka pembahasannya dilakukan dengan pendekatan multidisiplin ilmu pengetahuan, seperti budaya, filsafat, etika, dan agama. Mengingat begitu luasnya wawasan tema IBD. Dalam buku ini juga dilampirkan tulisan-tulisan ilmuwan yang berkiprah dalam masalah humaniora. Tulisan-tulisan itu bertujuan untuk pendalaman materi pokok IBD melalui pengembangan daya imajinasi dan apresiasi mahasiswa.


B. Latar belakang ilmu budaya dasar 

latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
 
1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
 


Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat membcrikan pengetahuan dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar. manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak mehinggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Pengetahuan Budaya).
Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Dengan perkataan lain dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat matakuliah IBD ini, mahasiswa diharapkan memperlihatkan:
a. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan diluar lingkungannya, menelaah apa yang dikcrjakan sendiri dan mengapa.
b.  Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
c.  Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakannya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan scbaliknya mcnolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.

D. Definisi Ilmu Budaya Dasar 

•Ilmu Budaya Dasar, adalah pengetahuan yang dapat memberikan pengetahuan dasar serta pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
 
•Ilmu Budaya Dasar, adalah pengetahuan tentang perilaku dasar - dasar dari manusia.
•Ilmu Budaya Dasar, adalah ilmu gabungan, yang secara bersama atau sendiri dapat dipakai sebagai alat untuk memecahkan masalah manusia sebagai makhluk yang berbudaya, baik dalam kedudukannya sebagai makhluk individu, sosial, maupun ciptaan Tuhan.
•Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar kebudayaan
•Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan
 
Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). 
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu
kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100:5 benar dan 100:5 salah

2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) .
ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
 

3. Pengetahuan budaya ( the humanities )
 
bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

Menurut Edward Burnett Tylor, merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut seorang antropolog E.B.Taylor (1871),
kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

C.Kluckhonhn mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa dan
7. Kesenian

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
 

E. Hubungan Ilmu Budaya Dasar Dalam Kehidupan Sehari – Hari
 

• Ilmu budaya dasar dalam kehidupan kita sebagai seorang individu, yaitu peran ilmu budaya dasar dalam hati kecil kita, pada saat kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sering kali membimbangkan kita. Ini sangat penting dalam mengambil keputusan-keputusan dalam hidup kita.
 
• Ilmu budaya dasar dalam kehidupan berkeluarga, yaitu bagaimana ilmu budaya dasar dapat mempengaruhi sikap kita terhadap anggota keluarga kita, bagaimana kita seharusnya bersikap agar tidak mengecewakan keluarga, terutama orang tua kita.
• Ilmu budaya dasar dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu sejauh apa ilmu budaya dasar dapat mempengaruhi sikap dan tata cara kita dalam bermasyarakat. Bila kita sudah mempunyai dasar yang kuat, dapat diyakini bahwa kita akan dapat membawa diri dalam masyarakat.

F. Tujuan IBD
 

Mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikitan dan kemampuan kritikal terhadap masalah budaya. 
suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai mahluk berbudaya (homohumanus) dan masalah-masalah yang menyertainya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Materi ilmu budaya dari bahan pengetahuan humanniora seperti filsafat, teleologia, ilmu hokum, sejarah, bahasa, kesusastraan dan seni. Humaniora mengajarkan bahan ajaran yang mencerminkan keutuhan manusia dan membantu agar manusia lebih manusiawi.
 
Humaniora adalah seperangkat sikap, perilaku, moral manusia terhadap sesamanya.
Humanities adalah pengetahuan kebudayaan

G. Kesimpulan
 

•Pengertian Ilmu Budaya Dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani ; tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan, baik fisik maupun social.
 
•Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama unyuk kepentingan profesi mereka.
•Ruanglingkup Ilmu Budaya Dasar adalah Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah-masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
•Urgensi Ilmu Budaya Dasar bagi Mahasiswa adalah karena ilmu ini memberi pandangan yang luas terhadap masalah-masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka tehadap persoalan-persoalan yang menyangakut kedua hal tersebut. Juga mengusahakan agar para Mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan
dan pengotakan disiplin yang ketat.

H. Saran Dan Kritik 

•Agar Mahasiswa/i dapat membantu perkembangan kepribadiannya sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama.
 
•Agar Mahasiswa/i dapat menumbuhkan kepekaannya terhadap masalah – masalah dan kenyataan – kenyataan sosial yang timbul di dalam masyarakat.
•Agar Mahasiswa/i dapat memberikan pengetahuan dasar kepada masyaratakat – masyarakat awam yang belum mengenali tentang kebudayaan yang ada di Indonesia

“ Kebudayaan bukan semata-mata membicrakan mengenai kesusatraan, musik, atau bidang-bidang kesenian lainnya yang ada, melainkan sebuah harmonisasi norma-norma, kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat ”